PERADABAN AWAL
INDONESIA
A. Masa
Praaksara
1.
Pengertian Masa Praaksara
Praaksara
berarti zaman atau masa dimana seseorang belum mengenal tulisan.
2.
Pembabakan Masa Praaksara
a.
Pembabakan berdasarkan Arkeologi
1.
Zaman batu
Disebut
zaman batu karena pada masa ini sebagian peralatan yang ditemukan berasal dari
batu.
Pembagian
zaman batu :
a)
Zaman Paleolitikum (zaman batu tua)
Berlangsung
pada zaman pleistosen akhir selama sekira 600.000 th yang lalu. Pada zaman ini
manusia mulai menggunakan peralatan sederhana yang terbuat dari batu yang masih
kasar dan cara pembuatannya tidak diasah. Di Indonesia yg hidup pada zaman ini
adalah manusia purba Homo erectus dan Meganthropus paleojavanicus.
b)
Zaman Mesolitikum (zaman batu tengah)
Dimulai
pada akhir zaman es. Kira- kira 10.000 tahun yang lalu. Zaman ini juga disebut
dengan zaman “mengumpulkan makanan(food gathering) tingkat lanjut”.yang hidup
pada zaman ini adalah bangsa melanesoide (nenek moyang orang Papua, Semang,
Aeta, Sakai dan aborigin.
c)
Zaman Neolitikum (zaman batu muda)
Di Indonesia
terjadi sikitar tahun 1500 SM. Cara pemenuhan kebutuhannya mengalami
perkembangan pesat dari food gathering menjadi food producing. Pada masa ini
manusia sudah hidup menetap. Untuk menunjang hidupnya mereka bercocok tanam,
membuat tembikar dan tenunan. Pada masa ini mulai menyimpan padi di
lumbung-lumbung. Di Indonesia sekarang yang masih ada di daerah Lebak dan
Banten.
d)
Zaman Megalitikum (zaman batu besar)
Pada
zaman ini sudah mengenal animisme dan dinamisme.
2.
Zaman Logam
Disebut
juga dengan masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi
yang terampil melakukan pekerjaan tangan.
Pada
zaman ini terbagi lagi : zaman tembaga, perunggu dan besi.
b.
Pembabakan berdasarkan Geologi
1.
Zaman Arkeozoikum/ azoikum (4.5-2.5
miliar th yg lalu)
Arkeozoikum
: masa kehidupan purba. Yang merupakan awal terbentuknya kerak bumi kemudian
berkembang menjadi protokontinen. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya
hidrosfer dan atmosfer serta munculnya kehidupan primitif di dalam samudra
berupa mikroorganisme (bakteri dan ganggang).
2.
Zaman paleozoikum (2.5-245 juta th yg
lalu)
Artinya
zaman masa kehidupan awal. Mulai terjadi perkembangan atmosfer dan hidrosfer
serta kehidupan miroorganisme bersel tunggal menjadi banyak sel seperti
enkaryotes dan prokaryotes.zaman ini terbagi jadi beberapa periode : periode
kambrium, ordovisium, silur, devon, karbon dan perm. Pada periode kambrium
sudah muncul benua besar yang disebut Gondwana. Benua ini merupakan cikal bakal
benua antartika, afrika, india, australia, asia dan amerika selatan. Pada
periode devon samudra mulai menyempit, sementara itu benua gondwana terus
berkembang menutupi Eropa, amerika utara dan tanah hijau (greenland). Pada
periode karbon benua2 di bumi mulai menyastu membentuk satu benua raksasa yang
disebut Pangaea.
3.
Zaman Mesozoikum ( 245-65 juta th yang
lalu)
Masa ini
juga disebut zaman sekunder : masa keberadaan makhluk hidup yang beraneka
ragam. Pada masa ini bumi mulai stabil. Masa ini merupakan awal kemunculan
binatang reptil berukuran besar seperti tyrannosaurus, spinosaurus, stegosaurus
dan brontosaurus. Pada periode ini terbagi menjadi 3 periode : trias (periode
dimana munculnya dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar) , jura ZW(benua
pangaea terpecah amerika utara memisahkan diri dari afrika, amerika selatan
melepaskan diri dari antartika dan australia)
dan kapur (masa kepunahan dinosaurus).
4.
Zaman Neozoikum (65-1.8 juta th yg lalu)
Dikenal
dengan zaman kehidupan baru. Ini didasarkan pada kepunahan binatang2 raksasa
dan munculnya jenis kehidupan baru yang mirip dengan makhluk hidup saat ini.
a.
Zaman tersier (65-1.8 juta th yg lalu)
Pada
zaman ini muncul primata dan burung tidak bergigi berukuran besar seperti
burung unta, fauna laut serta beberapa tumbuhan yang semakin beragam.
b.
Zaman kuarter (1.8 juta th yg lalu)
dibagi
jadi dua periode plaestosen dan holosen. Manusia purba muncul pada masa
pleistosen dan manusia modern muncul pada masa holosen. Flaura dan fauna sudah
hampir mirip dengan masa sekarang.
Periodesasi masa
praaksara
Kepulauan
Indonesia terbentuk sekitar 60/65 jt th
lalu. Dan teletak di titik pertemuan 3 lempeng dunia: sel ( Indo-Australia,
utara ( Eurasia), Timur (lempeng pasifik).
Periode2
terbentknya kepulauan Indonesia.
Periode
Pleistosen ( periode es) barat bergabung daratan asia tenggara, timur Indonesia
bergabung dengan daratan Australia.
Paparan Sunda
(daratan yang menghubungkan antara wilayah indo bagian barat dengan asia
tenggara) dan Paparan Sahul (daratan
yang menghubungkan antara wilayah Indonesia bagian timur dengan Australia).Zona
Wallace (pemisah kedua paparan).Zona Wallace (sulawesi, Nusatenggara, maluku).
Akibat proses
interglasiasi (pencairan kembali air laut) pada periode holosen sebagai besar
daratan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa
tenggelam menjadi laut dangkal. Kondisi ini menyebabkan terpisahnya kepulauan
Indonesia menjadi dua bagian: bagian barat (Kepulauan Indonesia bagian barat
terpisah dengan benua Asia) dan bagian timur ( kepulauan Indonesia bagian timur
terpisah dari benua Australia).
MANUSIA PURBA DI INDONESIA
a. Jenis Jenis Manusia Purba Di
Indonesia Dan Ciri-cirinya –
1. Meganthropus (Manusia Besar)
Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan
anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van
Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering
dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari
Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat dengan badan yang tegap. Mereka
diperkirakan hidup dengan cara
2. mengumpulkan bahan makanan, terutama
tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup sekitar dua sampai satu juta
tahun yang lalu sejak penelitian.
3. Pithecanthropus (Manusia Kera
Berjalan Tegak)
Jenis Jenis Manusia Purba Di
Indonesia - Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di
Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus,
Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus
Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh
Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di
Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus
Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von
Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus,
antara lain sebagai berikut.
Ciri Ciri Manusia Purba
Pithecanthropus :
Pada tengkorak, tonjolan keningnya
tebal. Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol. Tinggi
sekitar 165–180 cm.
Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan
segalanya). Memiliki rahang bawah yang kuat. Memiliki tulang pipi yang tebal.
Tulang belakang menonjol dan tajam. Perawakannya tegap, mempunyai tempat
perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
4. Homo Jenis Jenis Manusia Purba
Di Indonesia - Ada dua jenis fosil
homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.
Manusi Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois
menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur.
Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang
merupakan penduduk asli Australia. Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia
dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934.
Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih
maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup
dari berbagai ancaman. Homo Floresiensis ditemukan para ilmuan australia dan
Indonesia.
Jenis-jenis manusia homo Sapiens :
Homo Wajakensis, Homo Soloensis dan homo Floresiensis.
Ciri-ciri Manusia Purba homo :
a. muka lebar dengan hidung yang lebar;
b. mulutnya menonjol;
c. dahinya juga masih menonjol,
d.sekalipun tidak seperti jenis
Pithecanthropus;
e. bentuk fisiknya sudah seperti
manusia sekarang;
f. tingginya 130–210 cm; berat badan
30–150 kg;
g. hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun
yang lalu.
Homo
Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini
diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara
berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas,
diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian. Jenis inilah yang
nantinya menjadi nenek moyang bangsa Indonesia - sekian Jenis Jenis Manusia
Purba Di Indonesia.
TEHNOLOGI MASA
PRAAKSARA
- Penemuan
api
Penemuan
api diperkirakan terjadi pada periode manusia purba jenis Homo erectus. Semula
ditemukan dengan tidak sengaja saat petir menyambar pohon-pohon di sekitar lingkungan mereka. Api digunakan
sebagai penerangan, penghangat badan, dan senjata untuk mengusir binatang buas.
Pada masa bercocok tanam, manusia menggunakan api untuk membuaka hutan. Mereka
menebang pohon-pohon besar lalu membakarnya (slash and burn) agar lahan
bersih dan mudah ditanami. Pada awalnya pembuatan api dilakukan dengan cara
membenturkan membenturkan batu api dan menggosokkan kayu. Karena batu api sulit
didapat, maka manusia purba pada waktu itu memilih untuk menggosok-gosokkan
kayu untuk pembuatan api.
- Peralatan
dari Batu dan Tulang
Peralatan
ini berkembang pada zaman Paleolithikum (zaman batu tua). Kebudayaan yang
ditemukan dan diperkirakan ada adalah kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan
Ngandong.
a. Kebudayaan
Pacitan dan Ngandong
ü Kebudayaan
Pacitan
Peninggalannya
berupa alat-alat yang terbuat dari batu. Kebudayaan pacitan pertama kali
diteliti o Von Koeningswald th 1935. Dan yang paling banyak ditemukan berupa
kapak perimbas (chooper). Budaya ini diperkirakan pada lapisan pleistosen
tengah (lapisan trinil). Pendukung pada kebudayaan ini adalah homo erectus.
ü Kebudayaan
ngandong
Peralatan
yang ditemukan terbuat dari tulang, tanduk, dan duri ikan. Ditemukan o von
koeningswald th 1941. Alat-alat kebudayaan ngandong berasal dari lapisan
pleistosen atas. Manusia pendukung kebudayaan ini : homo wajakensis, dan homo
solosiensis.
b. Tehnik
Pembuatan Peralatan Batu
1. Tehnik
Pemangkasan
Yaitu
suatu tehnik yang dilakukan dengan cara menempatkan batu yang akan dijadikan
alat pada sebuah paron (landasan untuk menempa) atau dipegang, selanjutnya
permukaan batu yang diinginkan dipangkas menggunakan batu yang lebih keras u
memperoleh bentuk permukaan yang tajam dan bagian untuk pegangan. Hal ini
berlangsung pada zaman paleolithikum. Alat alatnya batu yang dibuat dengan
tehnik ini : kapak genggam, kapak perimbas, dan kapak penetak. Alat-alat ini
ditemukan di daerah Punung, Pacitan Jawa timur.
2. Tehnik
Levallois
Yaitu
suatu tehnik pembuatan alat serpih batu yang menghasilkan dataran pukul
berfaset atu berbidang-bidang. Tehnik ini merupakan tehnik revolusioner dan
lebih maju dibandingkan dg tehnik sebelumnya.
3. Tehnik
Upam
Yaitu
tehnik mengasah batu agar mendapatkan alat-alat berbentuk halus. Tehnik ini
dikenal pada masa neolithikum.
Jenis-jenis
beliung persegi dari tehnik ini adalah :
-
Belincung : beliung berpunggung tinggi
berasal dari batuan setengah permata.
-
Beliung bahu,
-
Beliung tangga
-
Beliung atap
-
Beliung biola
-
Beliung panarah
- Memanfaatkan
Pantai dan Gua
Pada
masa Mesolithikum kehidupan purba sudah mengenal pola menetap walaupun mereka
mencari makanan dengan cara berburu dan mengangkap ikan. Tempat tingkal yang
dipih pada umumnya di tepi pantai dan gua. Hal ini diketaui dengan ditemukannya
Kjokkenmoddinger (timbunan atau tumpukan fosil kulit kerang dan siput yang
menggunung) dan Abris sous roche (gua yang menyerupai ceruk pada batu karang)
- Peralatan
Gerabah
Pada
zaman Neolithikum, manusia sudah mengenal gerabah. Peralatannya terbuat dari
campuran tanah liat dan pasir. Tehnologi yang digunakan dengan tehnik tangan.
Pada masa perundagian sudah mengalami perkembangan tehnik, yaitu tehnik tatap
batu (tehnik pembuatan gerabah dengan menggunakan sebilah papan kecil bergagang
u meratakan permukaan luar
gerabah
dan sebuah batu bulat u menekan permukaan dalam gerabah. Gerabah pada masa
perundagian ditemukan di daerah Gilimanuk (Bali), kalumpang (Sulsel), Tangeran,
kendenglembu (Jawa Timur) dan Kelapadua (Jakarta).
- Peralatan
Logam
Pada
zaman perundagian manusia sudah memiliki ketrampilan dalam membuat peralatan
dari logam. Peralatan logam sebagian terbuat dari perunggu. Perunggu : campuran
antara timah dan tembaga. Perunggu adalah logam yang kuat yang diguanakan
peralatan upacara, perkakas rumah tangga, dan kebudaan ini sudah berkembang di
Cina sejak tahun 2700 SM. Pada peradaban cina budaya ini masuk ke Indonesia dan
berkat pengaruh kebudayaan Dongson dari Indo-Cina yang masuk 500 SM. Beberapa
peninggalan zaman perunggu : kapak corong, nekara, bejana perunggu dan arca
perunggu.
Tehnik
pengolahan logam
a. Tehnik a
cire perdue (tehnik cetak lilin)
b. Tehnik
bivalve (tehnik setangkup)
POLA HUNIAN
MANUSIA PURBA / POLA KEHIDUPAN
- Nomaden
Sebutan
bangsa pengembara yaitu suatu komunitas yang hidup tidak menetap du suatu
tempat, tetapi berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Ciri-ciri
kehidupan nomaden
-
Selalu berpindah-pindah tempat
-
Sangat bergantung pada alam
-
Hidup dari hasil mengumpulkan bahan
makanan dan berburu
-
Peralatan hidup masih sangat sederhana
dan terbuat dari batu dan kayu
- Seminomaden
Yaitu
: pola kehidupan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi
sudah disertai dengan kehidupan menetap sementara.
Ciri-ciri
seminomaden:
-
Hidup berpindah-pindah, masih bergantung
alam, tetapi mulai mengenal cara mengolah makanan
-
Memiliki tempat tinggal sementara
-
Selain mengumpulkan makanan dan berburu,
mulai menanam berbagai jenis tanaman
-
Sebelum meninggalkan tmp, menanam
tanaman pangan dan akan kembali saat panen tiba
-
Peralatan hidup sudah lebih baik
-
Selain peralatan terbuat dari kayu dan
batu, peralatan juga terbuat dari tulang
- Menetap
Yaitu
: kehidupan dengan cara menetap di suatu tempat.
Ciri-ciri
pola menetap :
-
Setiap keluarga membangun tmp tinggal
yang lebih baik dan untuk jangka waktu yang lama
-
Dapat menghemat tenaga karena tidak
membawa peralatan hidup dari satu tmp ke tmp yang lain
-
Wanita dan anak2 dapat tinggal lama di
rmh dan tidak merepotkan
-
Memiara ternak
-
Menyimpan sisa-sisa makanan lebih baik
dan aman
-
Memiliki waktu lebih lama dengan
keluarga
-
Mulai mengenal sistem kepercayaan
PERKEMBANGAN
KEHIDUPAN MASA PRAAKSARA
- Kehidupan
Manusia pada Masa Berburu dan mengumpulkan makanan
a. Kehidupan
Sosial Budaya
Pada
masa ini manusia belum melakukan pengolahan terhadap sumber daya alam. Hasil
kebudayaan pada masa ini adalah :
-
Kapak perimbas (memiliki permukaan
runcing pd salah satu sisisnya dan kulit batu masih melekat pada bagian pangkal
dan digunakan homo erectus u merimbas kayu, memecah tulang dan senjata)
-
Kapak genggam (batu yg dibentukmenjadi
semacam kapak tetepi belum bertangkai dan digunakan dengan cara digenggam.
Digunakan untuk mengorek umbi2an, memotong dan menguliti daging)
-
Kapak penetak (bntk mirip dg kapak
perimbas, tetapi ukurannya lebih besar. Fungsinya untuk membelah kayu, pohon
dan bambu)
-
Alat2 serpih/flakes (pecahan sisa
pembuatan kapak genggam yg dibuat tajam). Alat ini digunakan untuk pisau
(memotong daging dan umbi2an), gurdi (membuat lubang kulit), dan tombak
(menusuk binatang buruan).
b. Kehidupan
ekonomi
Kehidupan
ekonomi pada masa berburu dan mengumpulkan makanan erat hubungannya dengan
aktivitas berburu binatang dan mengumpulkan umbi-umbian serta dedaunan untuk
dimakan. Manusia hidup dalam kelompok2 kecil serta hidup nomaden dan tinggal di
gua2 karang sekitar sungai, danau, atau pantai. Jika hasil buruannya tinggal
sedikit mereka akan berpindah tempat.
- Kehidupan
manusia pada Masa Bercocok Tanam dan Beternak
a. Kehidupan
sosial budaya
Pada
masa ini, manusia sudah mengalami perkembangan pesat, mereka sudah memiliki
tempat tinggal yang tetap. Perlengkapan yang ditinggalkan pada masa ini :
o
Beliung besi (menyerupai kapak berbentuk
persegi). Fungsinya untuk kapak untuk memotong kayu dan cangkul untuk mengolah
tanah. Ditemukan di daerah Sumatera, jawa sulawesi, kalimantan dan nusa
tenggara.
o
Mata panah (untuk keperluan berburu dan
menangkap ikan). Terbuat dari tulang dan dibentuk bergerigi. Ditemukan di
daerah sulawesi selatan dan jawa timur.
o
Kapak lonjong (berbentuk lonjong, bagian
yang tajam diasah dari dua sisi dan diberitangkai. Ditemukan didaerah maluku,
papua, sulsel dan flores.
o
Gurdi dan pisau. Ditemukan di daerah
danau di jambi, bandung, bogor,sertab danau2 di Flores barat.
o
Perhiasan (terbuat dari batu kaldeson u
gelang, kalung dan anting). Ditemukan di daerah tasikmalaya, cirebon dan
bandung.
o
Gerabah (campuran tanah liat dan pasir)
b. Kehidupan
ekonomi
Sistem
pertanian pada masa praaksara adalah berhuma atau ladang berpindah. Jika ladang
yang ditanami tanahnya kurang subur maka akan berpindah tempat untuk membuka
ladang yang baru.
- Kehidupan
Manusia pada Masa Perundagian
Kegiatan
perdagangan meskipun masih sederhana tetapi mampu memberikan kesempatan bagi
manusia untuk berinteraksi dengan orang lain diluar kelompoknya. Kemunculan
golongan undagi merupakan tanda dimulainya masa perundagian.
a. Kehidupan
sosial budaya
Masa
ini merupakan sebagai tonggak sejarak bagi kemunculan sistem pemerintahan sederhana
di Indonesia. Masyarakat pedesaan sudah mulai membentuk kelompok yang lebih
besar dengan penguasaan terhadap suatu wilayah. Barang-barang logam yang telah
ditinggalkan:
-
Nekara perunggu (genderang perunggu atau
membran satu). Digunakan sebagai alat upacara dan memanggil hujan.
-
Moko (nekara tipe pejeng dengan dasar
lonjongsebagai genderang berbagai ukuran. Untuk perlengkapan upacara dan
tarian2 adat)
-
Kapak corong (digunakan untuk memotong
kayu)
-
Kapak perunggu ( alat upacara dan
perkakas untuk bekerja)
-
Arca perunggu (menggambarkan tentang
manusia dan hewan)
-
Perhiasan dan manik2 (berupa kalung,
gelang tangan dan kaki, anting, bandul serta cincin.
-
Bejana perunggu (wadah ikan para
pemancing)
-
Senjata (pisau, tombak dan belati)
b. Kehidupan
ekonomi
Kegiatan
pada masa ini meliputi : pertanian, peternakan, pertukangan dan perdagangan.
Kegiatan perdagangan semaki sering dilakukan meskipun masih menggunakan metode
barter. Pada masa ini pertanian sudah mnetap dan berbasis pada sawah.
SISTEM
KEPERCAYAAN
- Jenis-jenis
kepercayaan
a. Animisme : percaya kepada roh nenek moyang akan selalu mengawasi dan
melindungi mereka.
b. Dinamisme : percaya bahwa benda-benda tertentu
seperti batu, pohon besar mempunyai kekuatan gaib.
c. Totemisme : kepercayaan terhadap binatang-binatang tertentu
sebagai lambang nenek moyang.
- Cara
Penguburan
a. Penguburan
Primer
Penguburan
secara langsung. Mayat hanya dikubur sekali di tanah, ada juga mayat yang
ditempatkan pada wadah seperti kendi gerabah atau peti batu, lau dikuburkan
dalam tanah disertai ritual penguburan.
b. Penguburan
sekunder
Penguburan
tidak langsung. Mayat sebelumnya dikuburkan di dalam tanah tanpa upacara.
Setelah mayat menjadi tengkorak diambil untuk dibersihkan dan diletakkan pada
sarkofagus dan dikubur kembali disertai upacara penguburan.
- Tingkat
Perkembangan Kepercayaan
a. Pemujaan
jiwa atau roh orang yang telah meninggal.
Kepercayaan
ini bentuk awal dari kepercayaan animisme.berkembang pada masa berburu dan
mengumpulkan makanan tingkat lanjut.
b. Keyakinan
terhadap roh yang menempati alam sekeliling tempat tinggalnya.
Kepercayaan
ini disebut animisme. Berkembang pesat pada masa bercocok tanam dan beternak.
Pada masa ini sudah ditandai dengan mengembangkan budaya megalithikum ditandai
dengan pembuatan bangunan pemujaan dari batu-batu besar. Seperti :
o Menhir
( tugu batu untuk untuk upacara menghormati roh nenek moyang)
o Punden
berundak (terbuat dari batu yang bertingkat-tingkat untuk pemujaan terhadap roh
nenek moyang. Bangunan ini merupakan cikal bakal bangunan candi pada masa
Hindu-Budha.
o Dolmen
(bangunan menyerupai meja dari batu). Berfungsi sebagai tempat meletakkan
saji-sajian untuk pemujaan.
o Arca
Batu (berbentuk binatang atau manusia)
o Kubur
Batu (papan batu yang disususn persegi empat berbentuk peti mayat yang
dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya berasal dari papan batu.
o Sarkofagus
(keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu.
c. Kepercayaan
tentang kekuatan gaib pada benda-benda tertentu (dinamisme). Untuk memperkuat
aura gaib dari benda pusaka, manusia memasukkan roh nenek moyang.
Kepercayaan masa
praaksara terus berkembang dala masyarakat. Setelah pengaruh Hindu-Budha masuk.
Selanjutnya, masyarakat Indonesia memiliki keyakinan tentang adanya Tuhan yang
mengatur semua kejadian di alam semesta (monoteisme). Konsep monoteisme muncul
saat manusia mulai mempercayai bahwa sesungguhnya dewa-dewa alam yang ada dalam
kepercayaan politeisme merupakan penjelmaan dari satu dewa.
NENEK MOYANG
BANGSA INDONESIA
Nenen moyang
bangsa Indonesia adalah bangsa-bangsa yang melakukan migrasi ke Indonesia secara
bergelombang.
- Bangsa
melanesia / papua Melanosoide
bangsa
ini dianggap sebagai bangsa pertama yang bermigrasi ke Indonesia. Menurut para
arkelog, bangsa ini berasal dari Teluk Tonkin. Hal ini berdasarkan penelitian
terhadap benda-benda peninggalan seperti pebble dan kapak pendek. Benda2
tersebut banyak di pegunungan Bacson di daerah Hoabinh. Para arkelog menyatakan
bangsa melanesia / Papua melanosoide terpengaruh kebudayaan Bacson-Hoabinh.
a. Ciri
Kehidupan
Melakui
artefak yang ditemukan di Teluk Tonkin, bangsa melanesia termasuk rumpun
Veddoid-Austroloid. Kebudayaan Melanesia digolongkan pada budaya Mesolithikum.
b. Daerah
Persebaran
Bangsa
ini termasuk dalam rumpun ras negroid memiliki ciri-ciri antara lain kulit
kehitam-hitaman, badan kekar, Rambut keriting, mulut lebar, dan hidung mancung.
Keturunan ini ditemukan di pedalaman malaya, pddk Aeta pedalaman Filiphina, suku Sakai di Siak,
serta orang2 Papua dan melanesia.
- Bangsa
melayu Tua / Proto melayu
Kedatangan
bangsa melayu 2000 th yang lalu. Bangsa melayu dibagi menjadi dua yaitu melayu
tua (proto melayu) dan melayu muda (
deutro melayu). Proses migrasi bangsa proto melayu :
-
Peperangan antar suku
-
Desakan suku2 liar yang datang dari asia
tengah.
-
Bencana alam berupa banjir.
Jalur
kedatangan bangsa ini :
a. Jalur
pertama dari Yunan menuju kawasan Indo-Cina, Siam dan Kepulauan Indonesia.
Menyebar ke Sulawesi dan Papua dengan membawa kebudayaan neolithikum berupa
kapak lonjong. Keturunan jalur ini suku Toraja.
b. Jalur
kedua sumatera, kalimantan, jawa, bali, nusa tenggara dengan membawa budaya
neolithikum berupa beliung persegi.
Ciri
kehidupan
Ciri
fisik : kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bntk mulut dan
hidung sedang.
Bangsa
ini hampir setingkat dengan homo sapiens tetapi lebih tinggi lagi.
Daerah
persebaran
Keturunan
bangsa ini : suku toraja (sulsel), suku sasak (lombok), suku dayak (kalteng),
suku nias ( pantai barat sumatera), suku Batak (sumut) dan suku kubu (sumsel).
- Bangsa
Melayu muda / Deutro Melayu
Datang
kira2 500 SM. Berasal dari indo- cina bagian utara. Metreka mengenal logam
sebagai alat perkakas hidup dan alat produksi.
Ciri
Kehidupan
Ciri
fisik bangsa Deutro melayu diantaranya : tinggi badan 135-180 cm, berat badan
30-75 kg, warna rambut antara cokelat dan hitam, serta bentuk rambut antara
lurus dan keriting.
Proses
migrasi bangsa Deutro Melayu di kepulauan Indonesia dilakukan melewati jalur
barat, yaitu : daerah semenanjung Malaka, Sumatera, kemudian meyebar ke
beberapa wilayah Indonesia. Peninggalan kebudayaan ini benda-benda dari logam
seperti perunggu dan besi.
Kebudayaan
Deutro Melayu sering disebut dengan kebudayaan Dongson. Dongson nama daerah di
sekitar Teluk Tonkin, Vietnam.
Daerah
persebaran
Migrasi
bangsa deutro mengakibatkan bangsa melayu tua sebelumnya. Selain kebudayaan
logam deutro melayu juga mengembangkan budaya megalithikum yaitu membuat
bangunan dari batu besar. Hasil kebudayaan megalithikum pada masa ini adalah :
dolmen, sarkofagus, kubur batu dan punden berundak.