Kamis, 18 September 2014

Rangkuman Materi Sejarah Bab 1

PERADABAN AWAL INDONESIA
    A.    Masa Praaksara
1.      Pengertian Masa Praaksara
Praaksara berarti zaman atau masa dimana seseorang belum mengenal tulisan.
2.      Pembabakan Masa Praaksara
a.      Pembabakan berdasarkan Arkeologi
1.      Zaman batu
Disebut zaman batu karena pada masa ini sebagian peralatan yang ditemukan berasal dari batu.
Pembagian zaman batu :
a)      Zaman Paleolitikum (zaman batu tua)
Berlangsung pada zaman pleistosen akhir selama sekira 600.000 th yang lalu. Pada zaman ini manusia mulai menggunakan peralatan sederhana yang terbuat dari batu yang masih kasar dan cara pembuatannya tidak diasah. Di Indonesia yg hidup pada zaman ini adalah manusia purba Homo erectus dan Meganthropus paleojavanicus.
b)     Zaman Mesolitikum (zaman batu tengah)
Dimulai pada akhir zaman es. Kira- kira 10.000 tahun yang lalu. Zaman ini juga disebut dengan zaman “mengumpulkan makanan(food gathering) tingkat lanjut”.yang hidup pada zaman ini adalah bangsa melanesoide (nenek moyang orang Papua, Semang, Aeta, Sakai dan aborigin.
c)      Zaman Neolitikum (zaman batu muda)
Di Indonesia terjadi sikitar tahun 1500 SM. Cara pemenuhan kebutuhannya mengalami perkembangan pesat dari food gathering menjadi food producing. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap. Untuk menunjang hidupnya mereka bercocok tanam, membuat tembikar dan tenunan. Pada masa ini mulai menyimpan padi di lumbung-lumbung. Di Indonesia sekarang yang masih ada di daerah Lebak dan Banten.
d)     Zaman Megalitikum (zaman batu besar)
Pada zaman ini sudah mengenal animisme dan dinamisme.
2.      Zaman Logam
Disebut juga dengan masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan.
Pada zaman ini terbagi lagi : zaman tembaga, perunggu dan besi.
b.      Pembabakan berdasarkan Geologi
1.      Zaman Arkeozoikum/ azoikum (4.5-2.5 miliar th yg lalu)
Arkeozoikum : masa kehidupan purba. Yang merupakan awal terbentuknya kerak bumi kemudian berkembang menjadi protokontinen. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer serta munculnya kehidupan primitif di dalam samudra berupa mikroorganisme (bakteri dan ganggang).
2.      Zaman paleozoikum (2.5-245 juta th yg lalu)
Artinya zaman masa kehidupan awal. Mulai terjadi perkembangan atmosfer dan hidrosfer serta kehidupan miroorganisme bersel tunggal menjadi banyak sel seperti enkaryotes dan prokaryotes.zaman ini terbagi jadi beberapa periode : periode kambrium, ordovisium, silur, devon, karbon dan perm. Pada periode kambrium sudah muncul benua besar yang disebut Gondwana. Benua ini merupakan cikal bakal benua antartika, afrika, india, australia, asia dan amerika selatan. Pada periode devon samudra mulai menyempit, sementara itu benua gondwana terus berkembang menutupi Eropa, amerika utara dan tanah hijau (greenland). Pada periode karbon benua2 di bumi mulai menyastu membentuk satu benua raksasa yang disebut Pangaea.
3.      Zaman Mesozoikum ( 245-65 juta th yang lalu)
Masa ini juga disebut zaman sekunder : masa keberadaan makhluk hidup yang beraneka ragam. Pada masa ini bumi mulai stabil. Masa ini merupakan awal kemunculan binatang reptil berukuran besar seperti tyrannosaurus, spinosaurus, stegosaurus dan brontosaurus. Pada periode ini terbagi menjadi 3 periode : trias (periode dimana munculnya dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar) , jura ZW(benua pangaea terpecah amerika utara memisahkan diri dari afrika, amerika selatan melepaskan diri dari antartika dan australia)  dan kapur (masa kepunahan dinosaurus).
4.      Zaman Neozoikum (65-1.8 juta th yg lalu)
Dikenal dengan zaman kehidupan baru. Ini didasarkan pada kepunahan binatang2 raksasa dan munculnya jenis kehidupan baru yang mirip dengan makhluk hidup saat ini.


a.      Zaman tersier (65-1.8 juta th yg lalu)
Pada zaman ini muncul primata dan burung tidak bergigi berukuran besar seperti burung unta, fauna laut serta beberapa tumbuhan yang semakin beragam.
b.      Zaman kuarter (1.8 juta th yg lalu)
dibagi jadi dua periode plaestosen dan holosen. Manusia purba muncul pada masa pleistosen dan manusia modern muncul pada masa holosen. Flaura dan fauna sudah hampir mirip dengan masa sekarang.

Periodesasi masa praaksara
Kepulauan Indonesia  terbentuk sekitar 60/65 jt th lalu. Dan teletak di titik pertemuan 3 lempeng dunia: sel ( Indo-Australia, utara ( Eurasia), Timur (lempeng pasifik).
Periode2 terbentknya kepulauan Indonesia.
Periode Pleistosen ( periode es) barat bergabung daratan asia tenggara, timur Indonesia bergabung dengan daratan Australia.
Paparan Sunda (daratan yang menghubungkan antara wilayah indo bagian barat dengan asia tenggara)  dan Paparan Sahul (daratan yang menghubungkan antara wilayah Indonesia bagian timur dengan Australia).Zona Wallace (pemisah kedua paparan).Zona Wallace (sulawesi, Nusatenggara, maluku).
Akibat proses interglasiasi (pencairan kembali air laut) pada periode holosen sebagai besar daratan  Sumatera, Kalimantan, dan Jawa tenggelam menjadi laut dangkal. Kondisi ini menyebabkan terpisahnya kepulauan Indonesia menjadi dua bagian: bagian barat (Kepulauan Indonesia bagian barat terpisah dengan benua Asia) dan bagian timur ( kepulauan Indonesia bagian timur terpisah dari benua Australia).

MANUSIA PURBA DI INDONESIA
a.    Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia Dan Ciri-cirinya –
1.      Meganthropus (Manusia Besar) Meganthropus berasal dari dua kata. Megas artinya besar atau raksasa dan anthropus artinya manusia. Jenis manusia purba Meganthropus ditemukan oleh Van Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran. Hasil penemuannya ini sering dikenal dengan nama Meganthropus Palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia ini memiliki rahang kuat dengan badan yang tegap. Mereka diperkirakan hidup dengan cara
2.      mengumpulkan bahan makanan, terutama tumbuh-tumbuhan. Meganthropus diperkirakan hidup sekitar dua sampai satu juta tahun yang lalu sejak penelitian.
3.      Pithecanthropus (Manusia Kera Berjalan Tegak)
Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia - Pithecanthropus merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Hasil penemuan di Indonesia, antara lain Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, dan Pithecanthropus Soloensis. Pithecanthropus Erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil. Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan di Jetis dekat Mojokerto Jawa Timur oleh Von Koenigswald. Pithecanthropus Soloensis sementara itu ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth. Beberapa ciri manusia Pithecanthropus, antara lain sebagai berikut.
Ciri Ciri Manusia Purba Pithecanthropus :
Pada tengkorak, tonjolan keningnya tebal. Hidungnya lebar, dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol. Tinggi sekitar 165–180 cm.
Pemakan tumbuhan dan daging (pemakan segalanya). Memiliki rahang bawah yang kuat. Memiliki tulang pipi yang tebal. Tulang belakang menonjol dan tajam. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
4.      Homo Jenis Jenis Manusia Purba
Di Indonesia - Ada dua jenis fosil homo yang ditemukan di Indonesia, yaitu Homo Wajakensis dan Homo Soloensis. Manusi Purba Homo Wajakensis berarti manusia dari Wajak. Eugene Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di dekat Wajak, Tulungagung Jawa Timur. Homo Wajakensis diperkirakan menjadi nenek moyang dari ras Australoid yang merupakan penduduk asli Australia. Manusia Purba Homo Soloensis adalah manusia dari Solo ditemukan di Ngandong, lembah Bengawan Solo antara tahun 1931–1934. Penemunya adalah Ter Haar dan Oppenorth. Kehidupan Homo Soloensis sudah lebih maju dengan berbagai alat untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup dari berbagai ancaman. Homo Floresiensis ditemukan para ilmuan australia dan Indonesia.
Jenis-jenis manusia homo Sapiens : Homo Wajakensis, Homo Soloensis dan homo Floresiensis.
Ciri-ciri Manusia Purba homo :
a. muka lebar dengan hidung yang lebar;
b. mulutnya menonjol;
c. dahinya juga masih menonjol,
d.sekalipun tidak seperti jenis Pithecanthropus;
e. bentuk fisiknya sudah seperti manusia sekarang;
f.  tingginya 130–210 cm; berat badan 30–150 kg;

g. hidupnya sekitar 40.000–25.000 tahun yang lalu.
Homo Soloensis dan Homo Wajakensis kemudian mengalami perkembangan. Jenis homo ini diberi nama Homo Sapiens. Homo Sapiens lebih sempurna dilihat dari cara berpikir walaupun masih sangat sederhana. Homo Sapiens berarti manusia cerdas, diperkirakan hidup 40.000 tahun yang lalu setelah penelitian. Jenis inilah yang nantinya menjadi nenek moyang bangsa Indonesia - sekian Jenis Jenis Manusia Purba Di Indonesia.

TEHNOLOGI MASA PRAAKSARA
  1. Penemuan api
Penemuan api diperkirakan terjadi pada periode manusia purba jenis Homo erectus. Semula ditemukan dengan tidak sengaja saat petir menyambar pohon-pohon  di sekitar lingkungan mereka. Api digunakan sebagai penerangan, penghangat badan, dan senjata untuk mengusir binatang buas. Pada masa bercocok tanam, manusia menggunakan api untuk membuaka hutan. Mereka menebang pohon-pohon besar lalu membakarnya (slash and burn) agar lahan bersih dan mudah ditanami. Pada awalnya pembuatan api dilakukan dengan cara membenturkan membenturkan batu api dan menggosokkan kayu. Karena batu api sulit didapat, maka manusia purba pada waktu itu memilih untuk menggosok-gosokkan kayu untuk pembuatan api.
  1. Peralatan dari Batu dan Tulang
Peralatan ini berkembang pada zaman Paleolithikum (zaman batu tua). Kebudayaan yang ditemukan dan diperkirakan ada adalah kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong.
a.       Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
ü  Kebudayaan Pacitan
Peninggalannya berupa alat-alat yang terbuat dari batu. Kebudayaan pacitan pertama kali diteliti o Von Koeningswald th 1935. Dan yang paling banyak ditemukan berupa kapak perimbas (chooper). Budaya ini diperkirakan pada lapisan pleistosen tengah (lapisan trinil). Pendukung pada kebudayaan ini adalah homo erectus.
ü  Kebudayaan ngandong
Peralatan yang ditemukan terbuat dari tulang, tanduk, dan duri ikan. Ditemukan o von koeningswald th 1941. Alat-alat kebudayaan ngandong berasal dari lapisan pleistosen atas. Manusia pendukung kebudayaan ini : homo wajakensis, dan homo solosiensis.
b.      Tehnik Pembuatan Peralatan Batu
1.      Tehnik Pemangkasan
Yaitu suatu tehnik yang dilakukan dengan cara menempatkan batu yang akan dijadikan alat pada sebuah paron (landasan untuk menempa) atau dipegang, selanjutnya permukaan batu yang diinginkan dipangkas menggunakan batu yang lebih keras u memperoleh bentuk permukaan yang tajam dan bagian untuk pegangan. Hal ini berlangsung pada zaman paleolithikum. Alat alatnya batu yang dibuat dengan tehnik ini : kapak genggam, kapak perimbas, dan kapak penetak. Alat-alat ini ditemukan di daerah Punung, Pacitan Jawa timur.
2.      Tehnik Levallois
Yaitu suatu tehnik pembuatan alat serpih batu yang menghasilkan dataran pukul berfaset atu berbidang-bidang. Tehnik ini merupakan tehnik revolusioner dan lebih maju dibandingkan dg tehnik sebelumnya.
3.      Tehnik Upam
Yaitu tehnik mengasah batu agar mendapatkan alat-alat berbentuk halus. Tehnik ini dikenal pada masa neolithikum.
Jenis-jenis beliung persegi dari tehnik ini adalah :
-          Belincung : beliung berpunggung tinggi berasal dari batuan setengah permata.
-          Beliung bahu,
-          Beliung tangga
-          Beliung atap
-          Beliung biola
-          Beliung panarah
  1. Memanfaatkan Pantai dan Gua
Pada masa Mesolithikum kehidupan purba sudah mengenal pola menetap walaupun mereka mencari makanan dengan cara berburu dan mengangkap ikan. Tempat tingkal yang dipih pada umumnya di tepi pantai dan gua. Hal ini diketaui dengan ditemukannya Kjokkenmoddinger (timbunan atau tumpukan fosil kulit kerang dan siput yang menggunung) dan Abris sous roche (gua yang menyerupai ceruk pada batu karang)
  1. Peralatan Gerabah
Pada zaman Neolithikum, manusia sudah mengenal gerabah. Peralatannya terbuat dari campuran tanah liat dan pasir. Tehnologi yang digunakan dengan tehnik tangan. Pada masa perundagian sudah mengalami perkembangan tehnik, yaitu tehnik tatap batu (tehnik pembuatan gerabah dengan menggunakan sebilah papan kecil bergagang u meratakan permukaan luar
gerabah dan sebuah batu bulat u menekan permukaan dalam gerabah. Gerabah pada masa perundagian ditemukan di daerah Gilimanuk (Bali), kalumpang (Sulsel), Tangeran, kendenglembu (Jawa Timur) dan Kelapadua (Jakarta).
  1. Peralatan Logam
Pada zaman perundagian manusia sudah memiliki ketrampilan dalam membuat peralatan dari logam. Peralatan logam sebagian terbuat dari perunggu. Perunggu : campuran antara timah dan tembaga. Perunggu adalah logam yang kuat yang diguanakan peralatan upacara, perkakas rumah tangga, dan kebudaan ini sudah berkembang di Cina sejak tahun 2700 SM. Pada peradaban cina budaya ini masuk ke Indonesia dan berkat pengaruh kebudayaan Dongson dari Indo-Cina yang masuk 500 SM. Beberapa peninggalan zaman perunggu : kapak corong, nekara, bejana perunggu dan arca perunggu.
Tehnik pengolahan logam
a.       Tehnik a cire perdue (tehnik cetak lilin)
b.      Tehnik bivalve (tehnik setangkup)

POLA HUNIAN MANUSIA PURBA / POLA KEHIDUPAN
  1. Nomaden
Sebutan bangsa pengembara yaitu suatu komunitas yang hidup tidak menetap du suatu tempat, tetapi berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Ciri-ciri kehidupan nomaden
-          Selalu berpindah-pindah tempat
-          Sangat bergantung pada alam
-          Hidup dari hasil mengumpulkan bahan makanan dan berburu
-          Peralatan hidup masih sangat sederhana dan terbuat dari batu dan kayu
  1. Seminomaden
Yaitu : pola kehidupan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi sudah disertai dengan kehidupan menetap sementara.
Ciri-ciri seminomaden:
-          Hidup berpindah-pindah, masih bergantung alam, tetapi mulai mengenal cara mengolah makanan
-          Memiliki tempat tinggal sementara
-          Selain mengumpulkan makanan dan berburu, mulai menanam berbagai jenis tanaman
-          Sebelum meninggalkan tmp, menanam tanaman pangan dan akan kembali saat panen tiba
-          Peralatan hidup sudah lebih baik
-          Selain peralatan terbuat dari kayu dan batu, peralatan juga terbuat dari tulang
  1. Menetap
Yaitu : kehidupan dengan cara menetap di suatu tempat.
Ciri-ciri pola menetap :
-          Setiap keluarga membangun tmp tinggal yang lebih baik dan untuk jangka waktu yang lama
-          Dapat menghemat tenaga karena tidak membawa peralatan hidup dari satu tmp ke tmp yang lain
-          Wanita dan anak2 dapat tinggal lama di rmh dan tidak merepotkan
-          Memiara ternak
-          Menyimpan sisa-sisa makanan lebih baik dan aman
-          Memiliki waktu lebih lama dengan keluarga
-          Mulai mengenal sistem kepercayaan

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASA PRAAKSARA
  1. Kehidupan Manusia pada Masa Berburu dan mengumpulkan makanan
a.       Kehidupan Sosial Budaya
Pada masa ini manusia belum melakukan pengolahan terhadap sumber daya alam. Hasil kebudayaan pada masa ini adalah :
-          Kapak perimbas (memiliki permukaan runcing pd salah satu sisisnya dan kulit batu masih melekat pada bagian pangkal dan digunakan homo erectus u merimbas kayu, memecah tulang dan senjata)
-          Kapak genggam (batu yg dibentukmenjadi semacam kapak tetepi belum bertangkai dan digunakan dengan cara digenggam. Digunakan untuk mengorek umbi2an, memotong dan menguliti daging)
-          Kapak penetak (bntk mirip dg kapak perimbas, tetapi ukurannya lebih besar. Fungsinya untuk membelah kayu, pohon dan bambu)
-          Alat2 serpih/flakes (pecahan sisa pembuatan kapak genggam yg dibuat tajam). Alat ini digunakan untuk pisau (memotong daging dan umbi2an), gurdi (membuat lubang kulit), dan tombak (menusuk binatang buruan).



b.      Kehidupan ekonomi
Kehidupan ekonomi pada masa berburu dan mengumpulkan makanan erat hubungannya dengan aktivitas berburu binatang dan mengumpulkan umbi-umbian serta dedaunan untuk dimakan. Manusia hidup dalam kelompok2 kecil serta hidup nomaden dan tinggal di gua2 karang sekitar sungai, danau, atau pantai. Jika hasil buruannya tinggal sedikit mereka akan berpindah tempat.
  1. Kehidupan manusia pada Masa Bercocok Tanam dan Beternak
a.       Kehidupan sosial budaya
Pada masa ini, manusia sudah mengalami perkembangan pesat, mereka sudah memiliki tempat tinggal yang tetap. Perlengkapan yang ditinggalkan pada masa ini :
o  Beliung besi (menyerupai kapak berbentuk persegi). Fungsinya untuk kapak untuk memotong kayu dan cangkul untuk mengolah tanah. Ditemukan di daerah Sumatera, jawa sulawesi, kalimantan dan nusa tenggara.
o  Mata panah (untuk keperluan berburu dan menangkap ikan). Terbuat dari tulang dan dibentuk bergerigi. Ditemukan di daerah sulawesi selatan dan jawa timur.
o  Kapak lonjong (berbentuk lonjong, bagian yang tajam diasah dari dua sisi dan diberitangkai. Ditemukan didaerah maluku, papua, sulsel dan flores.
o  Gurdi dan pisau. Ditemukan di daerah danau di jambi, bandung, bogor,sertab danau2 di Flores barat.
o  Perhiasan (terbuat dari batu kaldeson u gelang, kalung dan anting). Ditemukan di daerah tasikmalaya, cirebon dan bandung.
o  Gerabah (campuran tanah liat dan pasir)
b.      Kehidupan ekonomi
Sistem pertanian pada masa praaksara adalah berhuma atau ladang berpindah. Jika ladang yang ditanami tanahnya kurang subur maka akan berpindah tempat untuk membuka ladang yang baru.
  1. Kehidupan Manusia pada Masa Perundagian
Kegiatan perdagangan meskipun masih sederhana tetapi mampu memberikan kesempatan bagi manusia untuk berinteraksi dengan orang lain diluar kelompoknya. Kemunculan golongan undagi merupakan tanda dimulainya masa perundagian.
a.       Kehidupan sosial budaya
Masa ini merupakan sebagai tonggak sejarak bagi kemunculan sistem pemerintahan sederhana di Indonesia. Masyarakat pedesaan sudah mulai membentuk kelompok yang lebih besar dengan penguasaan terhadap suatu wilayah. Barang-barang logam yang telah ditinggalkan:
-          Nekara perunggu (genderang perunggu atau membran satu). Digunakan sebagai alat upacara dan memanggil hujan.
-          Moko (nekara tipe pejeng dengan dasar lonjongsebagai genderang berbagai ukuran. Untuk perlengkapan upacara dan tarian2 adat)
-          Kapak corong (digunakan untuk memotong kayu)
-          Kapak perunggu ( alat upacara dan perkakas untuk bekerja)
-          Arca perunggu (menggambarkan tentang manusia dan hewan)
-          Perhiasan dan manik2 (berupa kalung, gelang tangan dan kaki, anting, bandul serta cincin.
-          Bejana perunggu (wadah ikan para pemancing)
-          Senjata (pisau, tombak dan belati)
b.      Kehidupan ekonomi
Kegiatan pada masa ini meliputi : pertanian, peternakan, pertukangan dan perdagangan. Kegiatan perdagangan semaki sering dilakukan meskipun masih menggunakan metode barter. Pada masa ini pertanian sudah mnetap dan berbasis pada sawah.

SISTEM KEPERCAYAAN
  1. Jenis-jenis kepercayaan
a.       Animisme  : percaya kepada roh nenek moyang akan selalu mengawasi dan melindungi mereka.
b.      Dinamisme            : percaya bahwa benda-benda tertentu seperti batu, pohon besar mempunyai kekuatan gaib.
c.       Totemisme : kepercayaan terhadap binatang-binatang tertentu sebagai lambang nenek moyang.
  1. Cara Penguburan
a.       Penguburan Primer
Penguburan secara langsung. Mayat hanya dikubur sekali di tanah, ada juga mayat yang ditempatkan pada wadah seperti kendi gerabah atau peti batu, lau dikuburkan dalam tanah disertai ritual penguburan.



b.      Penguburan sekunder
Penguburan tidak langsung. Mayat sebelumnya dikuburkan di dalam tanah tanpa upacara. Setelah mayat menjadi tengkorak diambil untuk dibersihkan dan diletakkan pada sarkofagus dan dikubur kembali disertai upacara penguburan.
  1. Tingkat Perkembangan Kepercayaan
a.       Pemujaan jiwa atau roh orang yang telah meninggal.
Kepercayaan ini bentuk awal dari kepercayaan animisme.berkembang pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.
b.      Keyakinan terhadap roh yang menempati alam sekeliling tempat tinggalnya.
Kepercayaan ini disebut animisme. Berkembang pesat pada masa bercocok tanam dan beternak. Pada masa ini sudah ditandai dengan mengembangkan budaya megalithikum ditandai dengan pembuatan bangunan pemujaan dari batu-batu besar. Seperti :
o  Menhir ( tugu batu untuk untuk upacara menghormati roh nenek moyang)
o  Punden berundak (terbuat dari batu yang bertingkat-tingkat untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang. Bangunan ini merupakan cikal bakal bangunan candi pada masa Hindu-Budha.
o  Dolmen (bangunan menyerupai meja dari batu). Berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan.
o  Arca Batu (berbentuk binatang atau manusia)
o  Kubur Batu (papan batu yang disususn persegi empat berbentuk peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya berasal dari papan batu.
o  Sarkofagus (keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu.
c.       Kepercayaan tentang kekuatan gaib pada benda-benda tertentu (dinamisme). Untuk memperkuat aura gaib dari benda pusaka, manusia memasukkan roh nenek moyang.
Kepercayaan masa praaksara terus berkembang dala masyarakat. Setelah pengaruh Hindu-Budha masuk. Selanjutnya, masyarakat Indonesia memiliki keyakinan tentang adanya Tuhan yang mengatur semua kejadian di alam semesta (monoteisme). Konsep monoteisme muncul saat manusia mulai mempercayai bahwa sesungguhnya dewa-dewa alam yang ada dalam kepercayaan politeisme merupakan penjelmaan dari satu dewa.
NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA
Nenen moyang bangsa Indonesia adalah bangsa-bangsa yang melakukan migrasi ke Indonesia secara bergelombang.
  1. Bangsa melanesia / papua Melanosoide
bangsa ini dianggap sebagai bangsa pertama yang bermigrasi ke Indonesia. Menurut para arkelog, bangsa ini berasal dari Teluk Tonkin. Hal ini berdasarkan penelitian terhadap benda-benda peninggalan seperti pebble dan kapak pendek. Benda2 tersebut banyak di pegunungan Bacson di daerah Hoabinh. Para arkelog menyatakan bangsa melanesia / Papua melanosoide terpengaruh kebudayaan Bacson-Hoabinh.
a.       Ciri Kehidupan
Melakui artefak yang ditemukan di Teluk Tonkin, bangsa melanesia termasuk rumpun Veddoid-Austroloid. Kebudayaan Melanesia digolongkan pada budaya Mesolithikum.  
b.      Daerah Persebaran
Bangsa ini termasuk dalam rumpun ras negroid  memiliki ciri-ciri antara lain kulit kehitam-hitaman, badan kekar, Rambut keriting, mulut lebar, dan hidung mancung. Keturunan ini ditemukan di pedalaman malaya, pddk Aeta  pedalaman Filiphina, suku Sakai di Siak, serta orang2 Papua dan melanesia.

  1. Bangsa melayu Tua / Proto melayu
Kedatangan bangsa melayu 2000 th yang lalu. Bangsa melayu dibagi menjadi dua yaitu melayu tua (proto melayu) dan melayu muda  ( deutro melayu). Proses migrasi bangsa proto melayu :
-          Peperangan antar suku
-          Desakan suku2 liar yang datang dari asia tengah.
-          Bencana alam berupa banjir.
Jalur kedatangan bangsa ini :
a.       Jalur pertama dari Yunan menuju kawasan Indo-Cina, Siam dan Kepulauan Indonesia. Menyebar ke Sulawesi dan Papua dengan membawa kebudayaan neolithikum berupa kapak lonjong. Keturunan jalur ini suku Toraja.
b.      Jalur kedua sumatera, kalimantan, jawa, bali, nusa tenggara dengan membawa budaya neolithikum berupa beliung persegi.




Ciri kehidupan
Ciri fisik : kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bntk mulut dan hidung sedang.
Bangsa ini hampir setingkat dengan homo sapiens tetapi lebih tinggi lagi.
Daerah persebaran
Keturunan bangsa ini : suku toraja (sulsel), suku sasak (lombok), suku dayak (kalteng), suku nias ( pantai barat sumatera), suku Batak (sumut) dan suku kubu (sumsel).

  1. Bangsa Melayu muda / Deutro Melayu
Datang kira2 500 SM. Berasal dari indo- cina bagian utara. Metreka mengenal logam sebagai alat perkakas hidup dan alat produksi.

Ciri Kehidupan
Ciri fisik bangsa Deutro melayu diantaranya : tinggi badan 135-180 cm, berat badan 30-75 kg, warna rambut antara cokelat dan hitam, serta bentuk rambut antara lurus dan keriting.
Proses migrasi bangsa Deutro Melayu di kepulauan Indonesia dilakukan melewati jalur barat, yaitu : daerah semenanjung Malaka, Sumatera, kemudian meyebar ke beberapa wilayah Indonesia. Peninggalan kebudayaan ini benda-benda dari logam seperti perunggu dan besi.
Kebudayaan Deutro Melayu sering disebut dengan kebudayaan Dongson. Dongson nama daerah di sekitar Teluk Tonkin, Vietnam.
Daerah persebaran
Migrasi bangsa deutro mengakibatkan bangsa melayu tua sebelumnya. Selain kebudayaan logam deutro melayu juga mengembangkan budaya megalithikum yaitu membuat bangunan dari batu besar. Hasil kebudayaan megalithikum pada masa ini adalah : dolmen, sarkofagus, kubur batu dan punden berundak.